Beranda Warganet Miftachul Akhyar diminta untuk tidak mengambil posisi ganda

Miftachul Akhyar diminta untuk tidak mengambil posisi ganda

Lampung (ANTARA) – Raisa Aam terpilih PBNU, Miftachul Ahyar, diminta tidak menduduki jabatan paralel dan, menurut anggota, didorong untuk fokus memajukan dan mengembangkan NU ke depan. Ahlul Khalli Val Akdi (AHWA).

“Sebagian anggota AHWA berpendapat, jika ingin menjadi Rais Aam NU, tidak boleh sejajar di organisasi lain. Ada pendapat seperti itu, dan disetujui, dan Rais Aam diminta fokus pada pembangunan NU. Kedepannya,” ujar anggota AHWA Zaynal Abidin saat membacakan hasil rapat Muktamar AHWA NU ke-34, Jumat.

Kiai Miftah saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan demikian, Kiai Miftah harus mundur dan fokus mengembangkan PBNU.

Saat diminta untuk tidak merangkap jabatan, kata Zaynal, Miftachul mengaku akan mematuhi keputusan tersebut.

Kiai Mifach berkata sami’na wa atana“,- kata Zainal.

Miftachul Akhyar sebelumnya dipilih kembali oleh Rais Aam dari PBNU periode 2021-2026 menyusul pertemuan sembilan anggota AHWA yang digelar pada Muktamar NU ke-34 di Universitas Lampung, Bandar Lampung, Jumat.

“Kita semua sepakat dengan sesepuh kiai dan tidak ada perbedaan pendapat, kita sepakat untuk mengangkat Kiai Miftachul Ahyar Rais Aam PBNU 2021-2026,” kata Zaynal Abidin.

Dengan pengangkatan ini, Kiai Miftah akan tetap menjabat sebagai Raisa Aama untuk periode kedua (sebelumnya menjabat sebagai Raisa Aama). Menurut Zainal, proses pemilihan berlangsung hangat, tanpa kontroversi.

Miftachul Akhyar sebelumnya menjabat sebagai Raisa Aama PBNU setelah Maruf Amin mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2019. Pria kelahiran 30 Juni 1953 ini bekerja sebagai pengurus pondok pesantren Miftahus Sunnah di Surabaya.

Rais Aam adalah posisi teratas di organisasi NU. Kesembilan anggota AHWA yang dicalonkan dalam pemilihan Rais Aam adalah KH Mustofa Bisri, KH Maruf Amin, KH Miftachul Ahyar, KH Dimyati Rais, KH T.G. H. Anwar Mansour, K. H. Nurul Huda, K. H. Buya Marbun, dan K. H. Zaynal Abidin *.

Artikel sebelumyaSolok menyelenggarakan festival batik lokal
Artikel berikutnyaKSPSI Tangerang menghormati posisi gubernur yang ingin meresmikannya secara hukum.