Beranda Warganet MUI menetapkan bahwa meminjam dilarang karena merupakan riba, ancaman dan aib.

MUI menetapkan bahwa meminjam dilarang karena merupakan riba, ancaman dan aib.

Jakarta (ANTARA) – Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan kegiatan pinjam meminjam online adalah ilegal karena mengandung unsur riba, ancaman dan pengungkapan rahasia atau aib seseorang kepada orang lain yang terlilit utang.

“Layanan pinjam meminjam, baik offline maupun online, yang mengandung riba adalah ilegal, meskipun bersifat sukarela,” kata Asrorun Niam Soleh dari bidang Fatwa MUI pada penutupan Komisi Fatwa Ijtima Ulama MUI di Jakarta, Kamis.

Dikatakannya, pada hakikatnya pinjam meminjam adalah suatu bentuk akad tabarru atau keutamaan atas dasar gotong royong, yang dianjurkan jika tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Namun, jika dalam praktek penagihan piutang dilakukan dengan ancaman fisik atau pengungkapan rahasia (malu) orang yang tidak mampu membayar utang, maka hal ini haram.

Juga bagi orang yang meminjam uang, jika dengan sengaja menunda pembayaran utang kepada yang mampu, hukumnya haram.

“Sejauh menunda atau melepaskan pembayaran utang bagi mereka yang kesulitan, ini tindakan yang dianjurkan (mustahab),” kata Niam.

Terkait pertumbuhan aktivitas pinjaman online di masyarakat, MUI merekomendasikan agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika, Polri dan OJK terus meningkatkan perlindungan masyarakat dan mengawasi serta mengambil tindakan tegas. terhadap penyalahgunaan pinjaman online atau pinjaman online. pinjaman teknologi keuangan peer-to-peer (Fintech Lending) yang dikhawatirkan masyarakat.

Di sisi lain, penyedia pinjaman online juga harus menggunakan fatwa MUI sebagai pedoman dalam semua transaksi yang mereka lakukan. Sedangkan bagi umat Islam, kata Niam, sebaiknya memilih layanan keuangan yang sesuai syariah.*

Artikel sebelumya"Bara Dwapa", pesan dari Sumatra ke COP-26 Glasgow
Artikel berikutnya90 persen tambak di Pulang Pissau telah hanyut oleh air pasang.