Beranda News NU-Muhammadiyah sangat menjunjung tinggi gerakan revolusi mental nasional

NU-Muhammadiyah sangat menjunjung tinggi gerakan revolusi mental nasional

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah memuji Gerakan Nasional Revolusi Intelektual (GNRM) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Effendi.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, Sekjen PBNU Helmi Feishal Zaini menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap GNRM melalui pelibatan masyarakat. Helmi meminta agar gerakan tersebut difokuskan pada penguatan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

“Ini tepa selira, gotong royong, saling menghormati dan membangun jati diri bangsa,” kata Helmi.

Sementara itu, Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan GNRM merupakan program strategis yang dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang maju, karena faktor mental sangat penting dalam membangun karakter suatu bangsa. Karena itu sangat tepat bila pemerintah menjadikan revolusi mental sebagai gerakan nasional.

“Selama beberapa tahun, Muhammadiyah bekerja sama dengan Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebagai bagian dari gerakan nasional revolusi intelektual. Program revolusi mental ini sangat bermanfaat untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis, gotong royong, gotong royong, serta sikap dan loyalitas yang positif terhadap Panchashila, UUD 1945, Bhinnek Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya. Muti. …

Sementara itu, Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Panut Mulhono mengatakan Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui pelibatan masyarakat pada tahun 2020 hingga 2024 harus membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Ia berharap melalui gerakan ini, bangsa Indonesia akan tumbuh dengan sifat abdi, bersih dan jujur, tertib, mandiri dan selalu menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Inilah sebenarnya karakter dan jati diri bangsa Indonesia,” kata Panut yang juga Rektor Universitas Gadjah Mada ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Roshiidi menambahkan, dalam dunia pendidikan, gerakan ini merupakan semangat penanaman karakter, yang harus ditanamkan, diperkenalkan dan diperkenalkan ke dalam kehidupan sekolah melalui kurikulum, upaya kolaboratif. kegiatan pendidikan dan intra pendidikan.

“Gerakan revolusi mental adalah nafas pendidikan, sehingga harus menjadi gerakan bersama kementerian, khususnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemanusiaan. Pembangunan dan Kebudayaan (Kemenko PMK),” jelas Unifa…

Artikel sebelumyaDNR: Penting untuk memerangi perubahan iklim dalam skala lokal dan global
Artikel berikutnyaWapres menerima usul pembentukan Badan Otonomi Khusus Papua.