JAKARTA – Spirit perhelatan akbar Asian Games 2018 akan dirasakan ke penjuru Indonesia. Rencananya, obor Asian Games akan dibawa melewati 51 daerah diseluruh Tanah Air.

Banyaknya daerah yang dilalui bukan tanpa alasan. Obor Asian Games yang dibawa beramai-ramai diharapkan menjadi promosi pariwisata Indonesia. Imbasnya, mampu menarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Nusantara.

“Kami berharap momen Asian Games ini juga meningkatkan ekonomi, pariwisata dan tentu saja menjalin kerja sama di bidang olahraga,” ujar Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani usai rakor Asian Games di Jakarta, Kamis (5/4).

Puan menjelaskan obor Asian Games akan diterima oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga di New Delhi, India, 15 Juli mendatang. Setelah itu, obor akan langsung dibawa ke Indonesia. Kota pertama yang akan kedatangan abor Asian Games adalah Yogyakarta.

“Insya Allah titik pertama itu di Yogyakarta. Candi Prambanan akan menjadi titik awal dan akan melewati 51 lokasi atau titik yang ada di seluruh Indonesia selama sebulan penuh,” kata Puan.

Lebih lanjut Puan menerangkan, dari Yogyakarta, Obor Asian Games 2018 akan berkeliling ke Jawa Timur, Bali, Lombok, Papua, sampai ke Jakarta. Obor ditargetkan mencapai garis akhir pada menjelang 17 Agustus 2018. Atau bertepatan dengan Hari Kerdekaan Republik Indonesia.

“Terakhir, obor Asian Games akan diterima oleh Bapak Presiden pada tanggal 17 Agustus, sebelum penurunanan bendera pusaka di Istana Negara,” kata Puan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik rencana tersebut. Menpar sangat antusias menyambut kedatangan Obor Asian Games 2018. Menurutnya, Obor Asian Games yang akan melewati 51 daerah di Indonesia merupakan cara yang efektif untuk mempromosikan pariwisata daerah-daerah yang akan dilalui.

“Cover up medianya sangat besar. Bukan hanya media lokal tetapi juga media internasional. Ini momentum yang sangat bagus,” kata Mantan Dirut PT Telkom tersebut.

Lebih lanjut Menpar mengatakan, Asian Games 2018 adalah momentum  yang sangat baik dalam mendongkrak dan mempromosikan pariwisata Indonesia.

Kurang lebih 15.000 atlet akan mengikuti ajang olahraga yang dilaksanakan di Jakarta dan Palembang tersebut. Belum lagi ofisial, penonton, dan supporter dari negara-negara peserta Asian Games yang terdiri dari setidaknya 45 negara termasuk Indonesia.

Baginya tak masalah jika nanti uang baht Thailand dikeluarkan di Indonesia atau uang yen Jepang keluar di Indonesia. Yang terpenting adalah kunjungan wisman yang meningkat dan devisa yang masuk makin banyak. Untuk itulah Kemenpar pun terus melakukan promosi wisata menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 ini.

“Momen Asian Games juga merupakan momentum yang sangat bagus untuk mendatangkan lebih banyak devisa, sekaligus momen mempromosikan pariwisata Indonesia. Kemenpar akan terus mendorong para atlit dan ofisial serta suporter untuk bisa berwisata ke destinasi keren yang ada di Indonesia. Bukan saja destinasi Jakarta, Palembang tapi juga destinasi daerah lain termasuk juga Bandung, Banten, Bali dan Lombok,” pungkas Menpar Arief Yahya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here