Beranda News Para ahli mengingatkan Indonesia untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Afghanistan

Para ahli mengingatkan Indonesia untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Afghanistan

Jakarta (ANTARA) – Pakar hukum internasional Universitas Indonesia Profesor Hikmahanto Juwana mengingatkan pemerintah Indonesia untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri, termasuk Afghanistan.

“Menurut saya, pemerintah jangan dulu bertindak,” kata Hikmahanto saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Saat ini, langkah yang paling tepat bagi pemerintah Indonesia adalah membiarkan terlebih dahulu proses politik di Afghanistan hingga muncul seorang pemimpin di negara yang terletak di Asia Selatan dan Tengah itu.

Selain itu, Indonesia juga harus menunggu sikap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), karena saat ini Dewan Keamanan PBB sedang rapat membahas situasi di Afghanistan.

Apalagi semua pihak juga tidak bisa mengetahui siapa yang akan menjadi pemimpin di pemerintahan Afghanistan.

Seperti yang Anda ketahui, Mullah Abdul Ghani Baradar, yang merupakan pendiri Taliban, sudah berada di negara itu. Sementara itu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani saat ini diusir ke Uni Emirat Arab (UEA).

Karena itu, dia mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak disebut sebagai negara yang mencampuri urusan negara lain.

“Kami tidak ingin ikut campur dalam masalah internal Afghanistan,” kata rektor universitas, Jenderal Ahmad Yani.

Terkait langkah pemerintah untuk mengevakuasi 26 warga negara Indonesia (WNI) dari Afghanistan, guru besar hukum internasional Universitas Indonesia itu mengucapkan terima kasih.

Menurutnya, upaya pemerintah Indonesia tersebut merupakan bentuk kehadiran dan tanggung jawab negara kepada warganya di negara yang situasinya tidak menentu.

Artikel sebelumyaLindungi anak korban jaringan teroris, NTB siapkan gubernur
Artikel berikutnyaTNI-AL vaksinasi COVID-19 di atas KRI Semarang di Dumai Riau