Beranda News PDIP: Indonesia harus terbuka melalui penguasaan ilmu

PDIP: Indonesia harus terbuka melalui penguasaan ilmu

Bangsa Indonesia harus menciptakan budaya intelektual dan menguasai teknologi yang berakar pada ideologi dan budaya.

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal DPP DPI-P Hasto Cristianto mengatakan Indonesia harus membuka diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan untuk menyambut seratus tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu di Jakarta, Hasto mengatakan Indonesia harus terbuka melalui penguasaan ilmu pengetahuan, yang akan menjadi interaksi intelektual setiap elemen bangsa.

“Ibu Megawati Sukarnoputri menekankan bahwa gerakan PDI-P dan bangsa Indonesia harus didorong oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya dan unggul serta kepemilikan teknologi dengan ide-ide yang lahir dari nilai-nilai budaya,” kata Hasto.

Ia pun mengutip pernyataan Bang Karno yang menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus menciptakan budaya intelektual dan menguasai teknologi yang berakar pada ideologi dan budaya, serta mewarisi jalur sejarah menuju bangsa yang maju.

Hal itu disampaikan Hasto dalam webinar nasional bertajuk “Indonesia 2045: Tantangan dan Kesiapan Berprestasi” yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian Pusat (Balitpus) PDI-P pada Sabtu (14 Agustus).

Selain bidang sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, ia juga mengatakan bahwa tantangan pada tahun 2045 adalah memastikan bahwa Indonesia siap untuk peradaban yang maju dan membangunnya dengan pemikiran konstruktif yang perlu didorong dengan semangat nilai-nilai. ideologi Panchasil. …

“Kedudukan PDI-P pada Muktamar ke-5 PDI-P menggarisbawahi bahwa jalan Trisakti merupakan satu-satunya jalan untuk mewujudkan kedaulatan politik, kemandirian dalam bidang ekonomi dan kepribadian dalam kebudayaan,” kata Hasto.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa PDIP memprioritaskan fokusnya pada rakyat Markhaen dan kekuatan manufaktur bangsa yang mendukung tata kelola ekonomi kerakyatan.

Webinar juga dihadiri oleh sejumlah pakar yaitu Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Katib Aam Nahdlatul Ulama Dewan Pengurus KH Yahya Cholil Stakuf, penggagas Gerakan 4.0 Budiman Sujatmiko dan mantan Dubes RI untuk Mesir Helmi Fawzi yang berbicara moderator.

Artikel sebelumyaPramuka binaan BPOM Gorontalo menguji 1.012 sampel makanan
Artikel berikutnyaSebagian besar wilayah Indonesia akan berawan pada hari Minggu.