Beranda Hukum Pekan, Pabrik Narkoba Ilegal Hingga Tuduhan Korupsi di Muara Enim

Pekan, Pabrik Narkoba Ilegal Hingga Tuduhan Korupsi di Muara Enim

Jakarta (ANTARA) – Kabar hukum yang terjadi selama sepekan (27 September hingga 2 Oktober) masih menarik untuk disimak, berawal dari pengungkapan PKC pabrik obat terlarang di Yogyakarta yang menetapkan 10 anggota DPRD Muara Enim sebagai tersangka. .

Berikut liputan berita selengkapnya.

1. Polisi mengidentifikasi produsen dan pengedar narkoba ilegal di Yogyakarta.

Direktorat Reserse Kriminal Polri mengungkap tindak pidana jaringan produsen dan pengedar narkoba ilegal yang beroperasi tanpa izin di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Lebih detail di sini:

2. Presiden mewajibkan pegawai negeri sipil untuk merahasiakan NIK dan PLTN.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang kewajiban penyelenggara pelayanan publik untuk menjaga kerahasiaan Nomor Pokok Kependudukan (NIK) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Lebih detail di sini:

3. MAKI menyatakan polisi akan memperkuat KPK saat merekrut pegawai PKC yang belum lolos TWK.

Koordinator Masyarakat Pemberantasan Korupsi (MAKI) Indonesia Boyamin Saiman mengatakan, perekrutan staf Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lulus Uji Pemahaman Nasional (TWK) sebagai aparatur sipil Polri akan memperkuat Antikorupsi. Direktorat Tindak Pidana Korupsi. (Ditpikor) Polri.

Lebih detail di sini:

4. Pejabat kota menyatakan bahwa angka genap dan ganjil akan tetap berlaku di Bandung.

Pemerintah Kota Bandung (Pemkot) mengatakan lockdown kendaraan paritas ganjil di Kota Bandung masih berlaku hingga akhir pekan awal Oktober 2021.

Lebih detail di sini:

5. PKC menetapkan 10 anggota partai DNRD Muara Enim sebagai tersangka.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 10 anggota DPRD Kabupaten Muara Enim sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di bidang pelayanan PUPR dan pengesahan APBD Kabupaten Muara Enim 2019, Sumatera Selatan. .

Lebih detail di sini:

Artikel sebelumyaKemarin, Hari Batik Nasional, hingga Sungjae BTOB menyelesaikan wajib militernya.
Artikel berikutnyaHumaniora mingguan, COVID-19 condong ke arah memprediksi pertumbuhan pengerdilan