Beranda Warganet Pemerintah daerah meminta percepatan vaksinasi tenaga pendidik untuk mendukung PTM.

Pemerintah daerah meminta percepatan vaksinasi tenaga pendidik untuk mendukung PTM.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Kesehatan mendesak pemerintah daerah mempercepat program vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga kependidikan guna mendukung sosialisasi tatap muka. vaksinasi wajah. -Pelatihan Wajah (PTM).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan bahwa pemerintah telah meminta pemerintah daerah untuk melengkapi vaksinasi Guru dan Pendidik (PTK) dan mendorong pengenalan PTM yang dibatasi.

“Vaksinasi PTK bukan merupakan faktor penentu apakah sekolah dapat menyediakan PTM terbatas. Faktor penentu utama adalah tingkat PPKM yang diterapkan di lingkungan sekolah. Orang tua tetap berhak menentukan metode pengajaran yang terbaik untuk anaknya,” ujarnya. kata dalam keterangan pers, Kamis.

Menurut Menkominfo, sekolah yang berada di Kawasan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat 1-3 diperbolehkan melakukan PTM terbatas. Sementara itu, sekolah yang telah memvaksinasi pendidik dan staf pengajarnya harus menawarkan PTM terbatas sebagai alternatif pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Menkominfo menjelaskan, selama ini baru 40 persen lembaga pendidikan di daerah dengan PPKM jenjang 1, 2, dan 3 yang memiliki PTM terbatas. Padahal, 95 persen sekolah sebenarnya bisa menggunakan PTM terbatas.

Selain itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny mengatakan dari target sekitar 5,5 juta guru dan tenaga kependidikan, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta saja memiliki angka penyelesaian vaksinasi di atas 90 persen, sedangkan provinsi lain jauh lebih rendah.

Johnny mengatakan, pemerintah pusat membutuhkan dukungan pemerintah daerah agar sekolah dapat segera menerapkan PTM yang dibatasi berdasarkan Perintah Empat Menteri tersebut. Terbatasnya PJJ sangat penting karena PJJ yang berkepanjangan dapat berdampak negatif bagi anak Indonesia.

“PJJ yang berkepanjangan dapat berdampak pada putus sekolah, penurunan akademik, dan kesehatan mental dan psikologis pada anak. Dalam jangka panjang, risiko terhadap anak Indonesia mungkin lebih besar daripada risiko kesehatannya,” imbuhnya.

Artikel sebelumyaStok vaksin COVID-19 di Medan sebanyak 80 ribu dosis.
Artikel berikutnyaDinas Kesehatan Palangka Raya peringatkan penyakit pasca banjir