Beranda Nusantara Pemkot Banjarmasin akan membuka pusat daur ulang sampah sungai pada tahun 2022

Pemkot Banjarmasin akan membuka pusat daur ulang sampah sungai pada tahun 2022

Pembangunan gedung sudah selesai, peralatan sudah ada, tinggal start up saja.

Banjarmasin (ANTARA) – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akan segera membuka pusat pengolahan limbah sungai pada 2022 setelah selesai pada 2021 dengan bantuan pemerintah pusat.

Pusat Pengolahan Limbah Sungai terletak di Sungai Gampa di Desa Sungai Hendai, Kecamatan Banjarmasin Utara, bersebelahan dengan Sungai Martapura.

“Targetnya 2022 mulai bekerja,” kata Wahyu Hardy, Pj Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, di Banjarmasin, Kamis.

Satu-satunya pusat pengolahan limbah sungai di kota itu, Banjarmasin, dibangun dengan dana Rp 2,1 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat, katanya.

“Pembangunan gedung sudah selesai, mobil sudah ada, tinggal start saja,” kata Vahyu.

Ia juga mengatakan bahwa pusat daur ulang ini dapat menangani 10 ton sampah sungai setiap hari.

“Ada sampah yang bisa dipilah seperti sampah plastik, ada juga sampah yang diparut seperti sampah eceng gondok dan sampah lainnya yang bisa dijadikan kompos,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, pengelolaan sampah sungai di kawasan tersebut harus dilakukan secara optimal, karena Kota Banjarmasin terletak di bagian paling bawah Sungai Martapura, sehingga sampah seringkali berasal dari hulu sungai.

“Ada penangkap sampah sungai di dekat pusat daur ulang, jadi sanak keluarga,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina yang berkunjung ke pusat pengolahan sampah sungai, mengaku bersyukur kotanya kini memiliki pusat daur ulang karena kota ini dijuluki “Kota Seribu Sungai”.

“Kami bersyukur akhirnya muncul pusat daur ulang, ini program yang molor 2 tahun,” ujarnya.

Dikatakannya, pada 2019, saat kota kembali meraih piala Adipur, selain mendapatkan dana insentif daerah, pemerintah pusat juga berjanji akan membangun pusat daur ulang ini untuk kota Banjarmasin.

“Akibat pandemi COVID-19, akhirnya ditunda hingga akhirnya terwujud tahun ini,” katanya.

Ibnu Sina mengatakan, pusat daur ulang ini merupakan pengakuan pemerintah pusat atas keberhasilan kota Banjarmasin dalam mengurangi sampah kantong plastik secara efektif dengan SK Walikota Nomor 18 Tahun 2016 untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Pusat daur ulang ini didedikasikan untuk memilah plastik dan sampah lainnya, serta menangani sampah sungai,” katanya.

Walikota Banjarmasin X Ibnu Sina saat meninjau pusat pengolahan sampah sungai (ANTARA/Sukarli)

Artikel sebelumyaKapolres Sulut Ingat Tiga Prioritas
Artikel berikutnyaHujan petir dan angin kencang melanda Jakarta Timur dan Selatan.