Beranda Warganet Pemkot Magelang Tingkatkan Kualitas Data Kasus COVID-19

Pemkot Magelang Tingkatkan Kualitas Data Kasus COVID-19

BOR RS juga tetap di 30 persen

Magelang (ANTARA) – Pemerintah Kota Magelang berupaya meningkatkan pendataan kasus COVID-19 karena sering terjadi ketidaksesuaian data antara daerah, provinsi Jawa Tengah, dan pemerintah pusat, sehingga penanganan pandemi tidak relevan dengan kejadian di lapangan. .

Sekretaris Daerah Kota Magelang Joko Budyono, dalam keterangan tertulis yang diterima di Magelang, Kamis, mengatakan daerah tersebut merupakan buffer untuk pengujian sampel swab PCR, sehingga tidak jarang hasil tes dari warga di luar daerah tercatat di Kota Magelang. persegi.

“Ternyata data pusat juga termasuk pihak luar yang sudah diperiksa dan dihitung di sini. Oleh karena itu, mulai sekarang kita akan menyeimbangkan data agar tidak tercampur. Jadi data antara pusat, provinsi dan daerah sama, katanya.

Perbedaan data juga terkait dengan persentase hunian tempat tidur rumah sakit untuk perawatan COVID-19.

Joko yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang mengatakan, dari total 30 persen tingkat hunian tempat tidur (BOR) atau tingkat hunian tempat tidur rumah sakit untuk merawat pasien virus tersebut, hampir separuhnya merupakan warga di luar kota. itu. kabupaten. … Kota Magelang meliputi tiga kecamatan dan 17 permukiman bertipe perkotaan.

“Selain itu, data jumlah kasus aktif juga terkadang tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Data dari provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat menyebutkan bahwa kota Magelang berpenduduk 1.000 orang. Faktanya, hanya ada 115 kasus aktif di sini. ,” dia berkata.

Kota Magelang tetap melaksanakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Umum (PPKM) Level 4 hingga 30 Agustus 2021 sesuai dengan Inmendagri Nomor 35 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan COVID-19 Level 2 di Wilayah Jawa dan Bali.

Terkait instruksi tersebut, ia mengatakan Wali Kota Magelang Muhammad Nur Aziz menandatangani Surat Keputusan Walikota Magelang Nomor 6 Tahun 2021 tanggal 24 Agustus 2021 tentang PPKM Tingkat 4 di Wilayah Kota Magelang.

“Kita masih perlu menerapkan kebijakan PPKM Level 4 yang diperpanjang hingga 30 Agustus 2021, meski jumlah kasus aktif COVID-19 menurun, BOR rumah sakit juga hanya 30 persen,” katanya.

Ia memastikan, Kota Magelang siap melaksanakan PPKM level 4 hingga keputusannya diubah.

Menurut dia, Pemkot Magelang juga tidak akan membeda-bedakan penanganan pasien Covid-19 tergantung dari tempat asalnya, karena Kota Magelang juga bergantung pada daerah lain.

Sebagai bagian dari vaksinasi, Pemkot Magelang membantu warga di luar daerah karena mereka bekerja dan berinteraksi dengan warga sekitar.

“Kemanusiaan penting, kami tidak akan mengorbankan hal-hal penting untuk mengubah status pandemi. Pelayanan kesehatan di kota Magelang untuk warga dari daerah manapun tidak ada bedanya,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya perluasan PPKM level 4, selama dua bulan terakhir, semua destinasi wisata di Kota Magelang sudah tutup total.

Pusat perbelanjaan, toko modern kecil, tempat ibadah, pasar tradisional dan restoran yang terjaga keamanannya tetap sangat dibatasi.

Artikel sebelumyaDinamika keimigrasian di masa pandemi Covid-19
Artikel berikutnyaKilas Nusantara di antara pagi