Beranda Hukum Peradi Surabaya meminta untuk menguasai tempat usaha, dan tidak menyita barang

Peradi Surabaya meminta untuk menguasai tempat usaha, dan tidak menyita barang

Surabaya (ANTARA) – Perhimpunan Advokat Indonesia Kota Surabaya (Peradi) meminta penertiban tempat-tempat komersial yang diduga melanggar aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) tanpa penyitaan barang.

“Penindakan bagi pelanggar PPKM luar biasa harus tegas, tetapi tidak menyita barang atau makanannya,” kata Ketua DPC Peradi Surabaya Harianto, Minggu.

Perlu dikomunikasikan agar kejadian seperti yang menimpa pemilik warung kopi Asep Lutfi Suparman, warga Chihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat yang dinyatakan bersalah setelah dinyatakan bersalah melanggar status darurat PPKM, tidak terjadi, katanya di Surabaya.

Dalam sidang virtual PN Tuskimalaya, Selasa (13/7), Asep memilih mendekam di penjara selama tiga hari ketimbang membayar denda Rp 5 juta dalam putusannya dalam kasus pelanggaran luar biasa PPKM virtual yang dijatuhkan PN Tuskimalaya. pada Selasa (13 Juli). Tak heran jika Asep memilih masuk penjara, karena mengaku tak punya uang untuk membayar denda.

Untuk itu, Harianto berharap acara di Tasikmalaya dapat menarik perhatian aparat gabungan untuk lebih manusiawi dalam mengontrol tempat-tempat usaha, terutama dengan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan kedai kopi.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya memberlakukan sanksi tegas terhadap restoran yang diduga melanggar aturan darurat PPKM di kawasan Gubeng, Surabaya, pada Sabtu (17/7).

Ini adalah restoran di Gedung Putih di Jalan Sulawesi Jalan No. 61, Gubeng, Surabaya. Restoran secara terbuka menawarkan layanan makan atau makanan dan minuman di tempat dan bahkan beriklan di media.

Padahal, kata dia, keadaan darurat PPKM yang disertai surat edaran Wali Kota Surabaya melarang layanan makan, apalagi iklan. Sementara itu, aturan darurat PPKM hanya berlaku untuk layanan take-out dan online food (layanan pesan antar makanan online).

“Saat petugas mendekat, mereka yang membuka warung ketakutan. Petugas langsung memindahkan kursi-kursi yang ada di restoran tersebut. Langsung dikeluarkan teguran dan dikenakan denda Rp 500 ribu,” kata Kepala Satpol PP Surabaya Eddie Cristijanto. …

Artikel sebelumyaBMKG: Gelombang tinggi melanda sebagian perairan Maluku Utara
Artikel berikutnyaMendagri: Kebijakan Keamanan Publik PPKM