Beranda Hukum Polda Jatim: Tutup Bundaran Varu untuk Kurangi Mobilitas Warga

Polda Jatim: Tutup Bundaran Varu untuk Kurangi Mobilitas Warga

Bundaran Varu merupakan pintu utama yang dilalui orang untuk masuk ke Surabaya. Tempat ini merupakan akses utama untuk masuknya mobil dan orang.

Surabaya (ANTARA) – Polda Jatim menjelaskan, penutupan bundaran Varu yang berhadapan langsung dengan pusat perbelanjaan Surabaya City of Tomorrow (CITO) bertujuan untuk mengurangi mobilitas warga yang hendak memasuki Kota Pahlawan. “.

“Bundaran Varu ini merupakan pintu utama yang bisa dilalui orang untuk masuk ke Surabaya. Lokasi ini menjadi akses utama kendaraan dan orang,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Paul Latif Usman kepada wartawan di bundaran Varu menuju Surabaya. Rabu.

Menurut dia, keputusan penutupan akses itu berdasarkan hasil analisis dan penilaian (anev) beberapa hari setelah pemblokiran.

Di Aneva, kata dia, diputuskan secara tegas memisahkan pengemudi yang ingin masuk.

“Hasil penilaian memburuk pada hari pertama dan kedua, tetapi sebelum hari ke-5 orang disortir di Surabaya, masih sangat ramai di sana,” katanya.

Penutupan Bundaran Varu Surabaya berlaku selama 1×24 jam, dan pada saat pelaksanaannya dilarang masuk untuk semua kendaraan roda dua dan roda empat, serta plat nomor kiri dan barat.

Jika Anda menemukan pengemudi yang ingin mengemudi, urgensi atau kepentingan tertentu, dan tidak memiliki dokumen pendukung seperti smear dan vaksin, diminta kembali.

Sementara itu, pengendara diimbau untuk melewati bundaran Varu menggunakan sejumlah jalur alternatif atau alternatif.

“Kalau penting, silakan cari jalur alternatif lain untuk masuk (kota Surabaya), silakan pakai. Bagi yang tidak berminat, di rumah saja,” ujarnya.

Salah satu faktor yang melatarbelakangi ditutupnya bundaran Varu, lanjut Latif, adalah mobilitas warga yang masih tinggi, apalagi jalur ini menjadi pijakan bagi pengendara dari sejumlah kecamatan yang hendak masuk ke Surabaya melalui jalur selatan.

Ia mengaku memahami keluhan masyarakat, namun pihaknya mengambil kebijakan ini karena lebih mementingkan keselamatan dan kesehatan masyarakat saat menerapkan aturan darurat PPKM.

“Warga memarahi kami, itu saja. Penting untuk mengikuti aturan untuk mencegah penyebaran COVID-19, dan mobilitas orang dapat berkurang. Kami akan melakukan penilaian setiap hari,” ujarnya.

Isolasi total di bundaran Varu Surabaya mulai pukul 09.00 WIB, sehingga dilarang melintas sepeda motor dan mobil.

Kendaraan dengan nomor kiri dan kanan yang sebelumnya diizinkan masuk sekarang tidak diizinkan, kecuali ambulans dan pemburu sikat dalam pelayanan.

Puluhan petugas Dinas Perhubungan Polri (TNI) disiagakan di bundaran Varu untuk menghadang pengendara yang masih nekat melintasi perbatasan.

Artikel sebelumyaWalikota Bandung Desak Penyedia Oksigen Prioritaskan Rumah Sakit
Artikel berikutnyaPemerintah Bupati Banyum menyiapkan bantuan kepada warga yang terdampak situasi darurat PMKMKM