Beranda Hukum Polda NTB Umumkan Pemenang Lomba Pembicara Piala Kapolri Tahun 2021

Polda NTB Umumkan Pemenang Lomba Pembicara Piala Kapolri Tahun 2021

Mataram (ANTARA) – Polda Nusa Tenggara Barat akhirnya mengumumkan tiga tim pemenang reli Piala Kapolri 2021 dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia.

Kabag Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto di Mataram mengatakan, Sabtu, tiga tim pemenang yang memukau juri dengan metode dan materi yang disampaikan berasal dari kalangan muda.

“Tentu kita melihat mereka mengikuti sebagian besar kompetisi, anak-anak muda ini bisa menjadi standar kualitas bagi generasi penerus bangsa kita, yang memiliki semangat dan semangat yang tinggi dalam membangun negeri,” kata Artanto.

Juara pertama dalam kompetisi regional ini adalah kelompok pemuda bernama Aggressive Youth Association. Aksi mereka mengalahkan delapan tim ini menimbulkan pertanyaan terkait peran pemerintah dan kepedulian lingkungan.

Podium kedua direbut oleh grup Iqmal Squad. Mereka berada di urutan kedua dalam hal pelaporan pelecehan seksual.

Kemudian kelompok pemuda dari “Pembela Kebenaran” naik ke podium ketiga. Mereka mengangkat isu pelanggaran HAM yang terjadi selama konflik di Palestina.

Selain itu, dokumentasi pemberian orasi dari juara pertama yakni dari kelompok Karang Taruna menyebutkan Artanto akan dikirim ke Mabes Polri. Mereka yang mewakili NTB akan memperebutkan 10 besar nominasi secara nasional.

“Nanti jika masuk 10 besar, kami akan mengirimkan tim kami ke Jakarta untuk bertanding lagi di pertandingan nasional lanjutan untuk memenangkan Piala Kapolri 2021,” katanya.

Jika dilihat, juara 1 tingkat nasional juga akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp50 juta, juara kedua Rp30 juta, dan juara ketiga Rp20 juta.

Meski hanya pemenang pertama yang dikirim ke Jakarta. Namun, ketiga pemenang regional tersebut mendapatkan piala atas karya kreatif dan kinerja inovatifnya yang mencerminkan aspirasi masyarakat.

Hadiah uang tunai juga diberikan. Pemenang pertama akan menerima Rs 5 juta, tempat kedua akan menerima Rs 3 juta dan tempat ketiga akan menerima Rs 2 juta. Peserta yang mengikuti nominasi ini juga mendapatkan “penghargaan” berupa uang tunai 500 ribu rupiah.

Perusahaan Umum (Perum) Kantor Berita Nasional (LKBN) Biro Antara NTB dalam kompetisi ini juga turut serta sebagai salah satu dari tiga juri.

Dalam hal ini, Ketua Perum LKBN Antara, Biro NTB, Rize Fakhriz, mewakili kantor berita Indonesia, dipercaya sebagai juri. Seorang pria bernama Kan Ajok duduk di kursi hakim bersama dua orang lainnya.

Ini Abdul Majid, direktur LSM Nusa Tenggar Development Institute (NDI), yang juga Ketua Badan Pemberantasan Narkoba (Banar) Anshor NTB dan sekretaris DPC IKADIN Kota Mataram. Dosen Universitas Islam Negeri Mataram lainnya yang juga aktivis HAM, M. Riadhussi.

Lomba Pidato Piala Kapolri Tahun 2021 merupakan inisiatif dari Bagian Humas Mabes Polri. Acara yang menunjukkan bahwa Polri juga ingin berkontribusi dalam perayaan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia itu digelar di seluruh provinsi.

Konsep acara dipilih melalui orasi untuk sekaligus menginformasikan kepada masyarakat tentang tata cara penyampaian aspirasi secara terbuka.

Acara tersebut juga merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menghormati aspirasi masyarakat dan sebagai perwujudan dari upaya perlindungan hak asasi manusia.

Kewajiban ini juga diatur dalam pasal 28 UUD 1945 dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Berekspresi Berpendapat.

Artikel sebelumyaPuskapol UI Rekomendasikan Transparansi Nilai Seleksi Anggota KPU-Bawaslu
Artikel berikutnyaAktivitas pertambangan mengancam Geopark Merangin