Beranda Hukum Polda Sumsel beri RSJ dana palsu Rp 2 triliun.

Polda Sumsel beri RSJ dana palsu Rp 2 triliun.

Sumatera Selatan (ANTARA) – Polda Sumsel mengusut dana palsu bantuan Covid-19 senilai Rp 2 triliun ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar Palembang.

Kepala Bareskrim Polda Sumsel Kompol Hisar Siallagan di Palembang, Rabu, mengatakan, Herianti telah dibawa ke RSJ untuk diperiksa kesehatan jiwanya.

“Kesehatan fisik dan mentalnya diperiksa, sehingga memudahkan penyelidikan terhadapnya,” kata Hisar.

Menurutnya, proses pemeriksaan Herianti tidak berjalan maksimal, karena penyidik ​​selalu menemukan penyebab kesehatan subjek memburuk, sehingga hal ini menjadi salah satu faktor penghambat penyelesaian kasus yang dihadapinya.

“Kondisi kesehatannya selalu menjadi alasan dia tidak bisa diinterogasi,” katanya.

Dengan demikian, hasil pemeriksaan kesehatan fisik dan mental Herianti tentu akan menjadi alat bukti yang menguatkan dalam perkara tersebut sebelum penyidik ​​menetapkan status hukumnya.

Sementara itu, Herianti dalam pemeriksaan dalam dua kasus, selain manfaat palsu COVID-19, juga melaporkan kasus dugaan penipuan modal ventura senilai Rp 2,5 miliar oleh dokter kandungan.

Herianti sempat menghebohkan penyidikan dana hibah palsu senilai Rp 2 triliun yang berujung pada pengiriman tim Mabes Polri untuk melakukan interogasi internal terhadap mantan Kapolri Irjen Pol Eko Indra Heri.

Diminta untuk mencabut laporan

Sebelumnya, seorang dokter kandungan asal Palembang, Kota Mirza, yang menjadi korban penipuan oleh Herianti, mengatakan seorang komplotan telah mendekatinya untuk dipenjara dan berjanji untuk membayarnya utang sebesar Rs 2,5 miliar.

“Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIB mereka menelepon saya dan mengatakan bahwa saya ingin membayar. Saya menjawab bahwa saya membayar dulu, lalu mengambil laporan, terserah saya apakah akan membayar penuh atau tidak, yang utama adalah membayar. ,” dia berkata.

Menurutnya, meski dia menganggap Herianti sebagai orang baik karena sudah lama mengenalnya, dia tidak bisa lagi mempercayainya karena terlalu banyak janji.

“Mungkin 100-200 kali mereka berjanji akan membayar, jadi mereka tidak percaya lagi,” katanya. Sementara itu, pada Rabu (8 November), Herianti resmi dibawa ke Polda Sumsel melalui Kuasa Hukum Rangga Afrianto.

Rangga mengatakan, penyidik ​​telah dihadirkan dengan semua bukti terkait transaksi bisnis antara Herianti dan Pemkot.

Awalnya, Herianti menyarankan agar City Mirza berinvestasi dalam ekspedisinya.

Pada awal investasi, City dijanjikan keuntungan 10-12 persen per bulan, dan juga memberikan 400 juta rupee.

Sejak City menerima uang dari investasi, City kembali meningkatkannya menjadi total Rs 1,8 miliar.

Setelah enam bulan bekerja, kesepakatan mulai melambat. Kemudian pada Maret 2021, Heryanti meminjam lagi Rp 500 juta untuk membayar pajak angkutan ekspedisi.

Kemudian masih belum ada penyelesaian pemangku kepentingan.

Artikel sebelumyaBPBD Cianjur Tetap Terapkan Siaga Gelombang Tinggi Di Pesisir Selatan
Artikel berikutnyaJung Woo Sung menyumbangkan Rs 1,2 miliar untuk orang-orang di Afghanistan