Beranda Hukum Polisi temukan benih lobster Rp 11 miliar di mobil netral

Polisi temukan benih lobster Rp 11 miliar di mobil netral

Sumatera Selatan (ANTARA). Polisi di Resor Kota Palembang, Sumatera Selatan, menemukan 70.407 benih lobster senilai Rp 11 miliar di dalam sebuah minibus kosong bernomor polisi BG 2815 YK.

Kapolres Palembang Kompol Irvan Pravira Satyaputra di Palembang, Jumat, mengatakan, kejadian bermula saat rombongannya mendapat pesan dari warga yang mencurigai mobil Daihatsu Xenia warna silver yang diparkir di Jalan PMD, Talang Jamba. Desa, Kecamatan Sukarame, Jumat sekitar pukul 01.30 WIB.

Kemudian, menurut laporan tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) langsung turun ke lokasi untuk memeriksa mobil yang dicurigai.

“Sebelum dicek mobilnya dicek dulu, dengan harapan pemiliknya datang (mengambil mobil),” ujarnya.

Hampir semalaman kemudian, polisi mengawasi mobil tersebut, namun sang pemilik yang diduga tidak muncul hingga polisi akhirnya menggeledah mobil tersebut.

Petugas menemukan ada 13 peti berisi 70.407 benih lobster di dalam mobil yang penggunaannya diatur undang-undang.

“Mobil dan ribuan lobster itu kemudian dibawa ke Mapolres sebagai barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ada kecurigaan bahwa benih ini dijual, ”katanya.

Setelah dilakukan pengujian lebih lanjut, kata dia, ribuan benih lobster terdiri dari 7.623 ekor lobster mutiara dan 62.784 ekor lobster pasir yang dikemas dalam kantong plastik dan tersimpan rapi dalam 13 kotak besar.

Setiap benih lobster mutiara berharga sekitar Rs 200.000 per ekor, dengan total lebih dari Rs 1,5 miliar, sementara benih lobster jenis pasir berharga hingga 62.784 ekor, mulai dari Rs 150.000 per ekor dengan total biaya lebih dari Rs 9,4 miliar rupee.

“Total kerugian negara mencapai Rp 11 miliar,” katanya.

Merujuk pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2021 pasal 7, di dalamnya terdapat aturan penangkaran untuk produksi BBL, yang ukurannya harus lebih dari 8 cm atau beratnya lebih dari 200 gram.

Pemilik benih lobster ini melanggar Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan pasal 92 ayat (1) pasal 26 dengan pidana denda paling lama 8 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. . …

“Kami masih mengejar penjahat sekarang,” katanya.

Sementara itu, Eric Ariyanto, Kepala Bagian Data dan Informasi Badan Karantina Ikan Mutu dan Keamanan Hasil Ikan Palembang, mengatakan benih lobster diduga didatangkan dari Provinsi Lampung.

Nantinya, semua benih lobster akan kembali ke habitat aslinya. Mengingat benih lobster rentan terhadap kematian.

“Kami akan segera melepaskan habitatnya,” katanya.

Artikel sebelumyaDeputi Partai Komunis Tiongkok: Hanya 7 Pelaku Korupsi yang Dihukum Inspeksi Instruktur Anti-Korupsi
Artikel berikutnyaBPPT menggunakan bibit flare lokal untuk rekayasa cuaca.