MATARAM – Pembenahan terhadap Bandara Bandara Internasional Lombok terus dilakukan PT Angkasa Pura (AP) I. Pembenahan tersebut meliputi penguatan fisik infrastruktur, juga sistem dan regulasi.

Untuk mendukung pembenahan tersebut, AP I melakukan Collaborative Destination Development (CDD) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Konsepnya adalah Focus Group Discussion. Kegiatan ini digelar di Golden Palace Hotel, Lombok, Mataram.

Pesertanya dari berbagai elemen. Ada wakil dari Pemerintah Provinsi NTB, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, ASITA, PHRI, Maskapai, hingga Pelaku Bisnis Pariwisata.

“Kami tetap memiliki komitmen untuk mendorong pertumbuhan wisatawan mancanegara. Untuk itu, program ini rutin digelar,” ungkap Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, Kamis (5/4).

Secara prinsip, penguatan sistem terus dilaksanakan oleh AP I kepada bandara yang menjadi membernya. Upgrade pun diterapkan di Bandara Internasional Lombok. Pengembangan dilakukan di apron barat dan timur. Harapannya, agar bandara ini bisa menampung 4 pesawat wide body.

Tidak hanya itu, komposisi sistem zona drop dan pick up juga ditata ulang. Lantai 3 Bandara Internasional Lombok disulap menjadi ruang tunggu keberangkatan. Bukan hanya semakin luas, mobilitas wisatawan juga jadi semakin mudah. Demi memanjakan penumpang, bandara juga menambakan 2 garbarata. Tidak lupa juga ada perpanjangan koridor terminal ke parking stand.

“Perbaikan ini kami lakukan untuk mendukung kenyamanan wisatawan. Kami juga berharap mereka semakin leluasa saat berada di dalam bandara. Beberapa perbaikan sebelumnya juga sudah dilakukan. Kami fokus menambah keindahan bandara,” ujarnya lagi.

Pembenahan juga dilakukan di area terminal. Toilet pun disulap semakin bersih dan harum, termasuk penyempurnaan detail teknis smoking area. Landscape taman diperbarui bahkan dibuat lebih indah dengan penambahan bunga dan ornamennya.

“Kami harus menampilkan citra bandara yang prima. Tujuannya tentu agar menarik. Berbagai upaya perbaikan memang diarahkan untuk menampilkan kesan yang baik dari pariwisata di NTB secara umum,” terangnya.

Perbaikan terus dilakukan mengingat grafik traffic bandara mengalami kenaikan. Pada 2017, Bandara Internasional Lombok memiliki jumlah pergerakan pesawat 37.684. Jumlah tersebut naik 2,01% dari tahun 2016 yang mencapai 36.943 pergerakan pesawat.

Dampaknya pun positif bagi kunjungan wisatawan. Tahun 2017, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3,5 juta. Angka tersebut naik 14% dari 2016. Dari jumlah itu, kunjungan wisatawan mencanegara mencapai  310.712 orang. Sedangkan wisatawan nusantara jumlahnya 3,14 juta orang.

“Semua lini tumbuh positif di Bandara Internasional Lombok. Kondisi ini tentu masih bisa dikembangkan lebih optimal lagi. Bagaimanapun kami harus mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara baik di daerah maupun nasional,” kata Faik lagi.

Upaya penambahan rute baru penerbangan juga terus dilakukan. AP I memang gencar mengajak maskapai terus membuka rute baru baik mancanegara maupun area domestik. AP I pun meluncurkan paket insentif untuk menarik minat maskapai.

Paket insentif itu diantaranya diskon 50% untuk landing fee selama 6 bulan. AP I juga memberikan free biaya promosi selama 1 bulan di Bandara Internasional Lombok.

Berbagai treatment yang dilakukan AP I terhadap Bandara Internasional Lombok, mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Komitmen AP I bagi kemajuan unit bisnisnya dan pariwisata Indonesia memang luar biasa. Pariwisata Indonesia saat ini butuh rute baru, terutama poros mancanegara. Sebab, pemenuhan target kunjungan wisatawan mancanegarra semakin besar dan itu harus tercapai,” terang Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here