Beranda Nusantara Rekaman macan tutul Jawa di Gunung Sangabuan dianggap sebagai kabar baik

Rekaman macan tutul Jawa di Gunung Sangabuan dianggap sebagai kabar baik

Carawang (ANTARA) – Ketua Ekspedisi Satwa Sanggabuan Bernard T. Wahyu Viryanta mengatakan rekaman macan tutul jawa dan satwa langka lainnya di kawasan hutan Gunung Sangabuan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat cukup menggembirakan.

“Fakta di lapangan sudah ada dan sekarang sedang dikonfirmasi secara visual,” kata Bernard dalam siaran pers yang diterima Senin di Karawang.

Ia mengatakan, catatan macan tutul jawa dan satwa langka di kawasan hutan Gunung Sangabuan, Karawang, selesai kajiannya.

“Jadi ini bisa menjadi alasan KLHK untuk segera mendeklarasikan hutan dan Gunung Sangabuan sebagai kawasan konservasi,” katanya.

Macan tutul sendiri termasuk dalam kategori dilindungi dan terancam punah. Sehingga masuk dalam daftar Appendix I yang dilarang berburu atau berdagang secara internasional.

Dedi Muladi, wakil ketua komisi IV DPR RI, sebelumnya menyatakan pihaknya mengusulkan kawasan pegunungan Sangabuan di kawasan Karawang menjadi taman nasional.

Usulan kawasan Gunung Sangabuan menjadi taman nasional bertujuan untuk memastikan seluruh kawasan Gunung Sangabuan dilindungi oleh negara.

Bersamaan dengan itu, pada awal September 2021, Dedi Muladi bersama tim Ekspedisi Satwa Sanggabuana memasang 20 kamera trap yang biasa digunakan untuk mengamati satwa liar di hutan. Dari 20 sel yang tersedia, dua di antaranya milik Dedi Muladi sendiri.

Beberapa hari lalu, Dedi dan timnya kembali ke lokasi untuk memotret kamera trap yang sudah terpasang sebelumnya. Hasil rekaman aktivitas macan tutul jawa yang memiliki nama latin “Panthera pardus melas”.

Pergerakan harimau di depan kamera Dedi terekam jelas pada 11 September 2021 pukul 16.05.30 waktu Moskow. Selain macan tutul jawa, beberapa kamera trap yang terpasang juga sudah bisa menangkap musang, babi hutan, dan kijang.

“Mengingat berbagai peristiwa dan penemuan yang kami terima, saya mengusulkan agar Sanggabuan ini menjadi taman nasional,” kata Dedi. (KR-MAK)

Artikel sebelumyaKodam XII/TPR mengirimkan 499 prajurit cadangan ke Batujajar.
Artikel berikutnyaMacan tutul betina tertangkap kamera di Gunung Sangabuan