Beranda Hukum Sebagian besar petani UIII menerima uang santunan.

Sebagian besar petani UIII menerima uang santunan.

Depok (ANTARA) – Sebagian besar petani Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menerima uang berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat dan penilaian Badan Penilai Publik (KJPP).

Kuasa hukum Kementerian Agama RI Mirsad dalam keterangan tertulis, Kamis, mengatakan dari jumlah yang diperkirakan KJPP, sekitar 54 warga telah menerima uang kerahiman.

“Jumlah persisnya belum bisa ditentukan, tapi bisa dipastikan lebih dari separuh petani menerima jatah uang tersebut secara anugrah, yang ditentukan berdasarkan SK Gubernur Jabar,” kata Mirsad.

Pihaknya menegaskan, proses penertiban akan terus berlanjut ketika uang kerahiman dibagikan kepada warga yang terkena dampak pembangunan, karena tanah yang mereka tempati berstatus milik negara dengan sertifikat hak pakai atas nama Kementerian Agama RI.

“Kenapa dalam bentuk uang ganti rugi, karena secara undang-undang tanah ini milik Kementerian Agama, kami tidak bisa memberikan ganti rugi karena secara hukum harta benda itu bukan milik masyarakat,” ujarnya.

Misrad menjelaskan, warga sudah beberapa kali mengajukan gugatan kepemilikan tanah UIII, namun semua gugatan itu batal.

“Sejak Sertifikat #1, juga telah ada keputusan perdata atas nama RRI bahwa tanah Verponding tidak dapat digunakan sebagai dasar hukum,” katanya.

Untuk itu, Tim Pengelola Pertanahan Terpadu UIII akan terus melakukan pengawasan terhadap warga yang berada di lahan yang tidak mau menerima Rahmat Gubernur Jabar atau yang meminta ganti rugi meteran harus ditindak.

“Proyek UIII ini merupakan proyek strategis nasional yang harus dilaksanakan dan tidak dapat dihentikan oleh apapun, sehingga semua instansi di lingkungan pemerintah wilayah Depok mendukung semua pihak untuk menyelesaikan pembangunan dengan segera dan tepat waktu,” kata Misrad.

Sebagai informasi, pembangunan UIII berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 62 Keputusan Menteri Agraria Nomor 6 Tahun 2020.

Selain itu, Presiden Djokovi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) No. 57 Tahun 2016 mendirikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) pada 29 Juni 2016. Proyek ini ditaksir mencapai Rp 3,9 triliun dan mencakup area seluas 142,5 hektar.

Artikel sebelumyaDemo Whitney Houston Langka Dijual seharga $ 1 Juta Di Lelang NFT
Artikel berikutnyaPolisi mengungkap narkoba OD senilai Rp 338,8 miliar