PANDEGLANG – Sajian berbeda bakal ditampilkan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Banten di Pasar Kaulinan, Minggu (8/4). Destinasi digital yang berada di Menes, Banten, akan menghadirkan pertunjukan pencak silat, seni tari, hingga debus.

“Yang pasti bakal heboh. Yang mau lihat seni debus beraksi makan beling atau bara api, silahkan berkunjung ke Pasar Kaulinan,” Kata Ketua GenPI Banten, Nisaul Hasanah, Jumat (6/4).

Tidak hanya atraksinya. Pasar Kaulinan juga menawarkan view yang ciamik. Nuansa pedesaan khas Pandeglang begitu kental di sini. Dikelilingi persawahan hijau dan rindangnya pepohonan menambah sejuk suasana. Belum lagi spot-spot fotonya, dijamin nggak bikin bosen.

Soal kuliner tentu tak terlupakan. Dari mulai seblak, nasi uduk, bakso ikan, hingga pepes ikan, semua tersedia. Minumannya juga lengkap. Ada es cendol, es cincau, es kawut dan lain-lain.

“Soal kuliner, kue balok yang menjadi ciri khas Menes pasti ada. Begitu pula kuliner lokal lainnya. Kalau mau cari jajanan lokal yang sudah jarang ditemukan, silahkan datang ke Pasar Kaulinan. Dan yang pasti seluruh kuliner yang ada adalah hasil olahan masyarakat sekitar,” ucap gadis yang biasa dipanggil Nisa tersebut.

Untuk menemani suasana, alunan musik tradisonal dihadirkan. Ada Banten Ensemble serta Kecapi Suling siap menemani. Kalau mau ikut perform boleh banget. Mau lagu lawas maupun lagu kekininian juga bisa.

Begitu juga permainan anak-anak tempo dulu akan menemani keseruan. Ada gobak sodor, enggrang, adu tangkil hingga bakiak. Asiknya permainan ini akan dilombakan. Soal hadoah tidak perlu risau, ada hadiah menarik yang telah disiapkan.

“Kita juga masih punya wahana bermain anak, taman baca, kolam pancing, wahana outbound serta wahana memanah. Jadi jangan sampai dilewatkan. Yuk ke Pasar Kaulinan,” ajak Nisa.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga makin antusias. Pesannya hanya satu. GenPI agar selalu inovatif dan selalu fresh dalam menyelenggarakan kegiatan aktivasi komunitas.

“Saya sering menyebutnya 2C. Yaitu Creative Value dan Commercial Value. Kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial dari desain, pemilihan kata sampai pembuatan event. Dan selanjutnya event itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar pun mendorong agar kegiatan serupa dapat diaplikasikan ke komunitas GenPI di daerah lainnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here