Beranda News Sistem kesehatan dinilai untuk infeksi COVID-19 kemarin

Sistem kesehatan dinilai untuk infeksi COVID-19 kemarin

Jakarta (ANTARA) –

Rentang berita politik pada Jumat (7/9) masih menarik dan layak dibaca ulang, mulai dari sistem perlindungan tenaga kesehatan hingga penilaian pengobatan COVID-19.
Berikut ringkasan beritanya:
1. Poin meminta pemerintah membuat sistem perlindungan bagi tenaga kesehatan.
Jakarta (ANTARA) – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah membuat sistem perlindungan tenaga kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan fisik dan kesehatan mental.
Baca selengkapnya di sini
2. Mendagri: Sosialisasi PMCM yang luar biasa dilakukan secara meyakinkan dengan kekerasan.
Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Tito Carnavian mengatakan sosialisasi Pembatasan Kegiatan Darurat (PPKM) harus dilakukan secara meyakinkan atau koersif.
Baca selengkapnya di sini
3. Tanggapan Mahfoud terhadap bantuan oksigen Indonesia ke India.
Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Dr Mahfoud menjawab pertanyaan tentang pemberian bantuan oksigen Indonesia ke India, meskipun Indonesia sedang berjuang untuk mendapatkan tabung oksigen.
Baca selengkapnya di sini
4. DPR menunggu usulan pemerintah untuk menggunakan halaman parlemen sebagai rumah sakit ambulans.
Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan pihaknya menunggu usulan pemerintah jika menginginkan pelataran Kompleks Parlemen dijadikan rumah sakit darurat untuk merawat pasien COVID-19.
Baca selengkapnya di sini
5. Syarief Hasan: Pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan penanggulangan pandemi.
Jakarta (ANTARA). Shareef Hassan, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia, menilai pemerintah perlu terus dan lebih tegas mengkaji kebijakan pandemi COVID-19 agar segera mengurangi jumlah kasus positif yang menyebar di Indonesia.
Baca selengkapnya di sini

Artikel sebelumyaWali Kota Depok memberhentikan kepala desa yang melanggar status darurat PPKM
Artikel berikutnyaGempa berkekuatan 6,2 di Sulawesi Utara tidak dapat menyebabkan tsunami