Beranda News Spin Survey: Selektivitas Prabowo Masih Tertinggi

Spin Survey: Selektivitas Prabowo Masih Tertinggi

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Pemungutan Suara dan Pemungutan Suara (SPIN) memetakan potensi tokoh utama dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 dan hasilnya menunjukkan kapasitas elektoral Prabowo Subianto masih berada di puncak.

“Nama Prabovo Subianto melampaui angka yang diprediksi akan maju pada Pilpres 2024,” kata Direktur SPIN Igor Dirgantara dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan, jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa Menteri Pertahanan Indonesia memperoleh suara 21,9 persen, disusul Anis Basvedan 16,1 persen, Ganjar Pranovo 15,6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 8,7 persen, dan Ridwan Kamil 5 persen.

Menurut Igor, jajak pendapat Spin juga melihat popularitas tokoh-tokoh yang berpeluang maju pada Pilpres 2024, sehingga Prabovo lebih banyak mendapat persetujuan publik.

“Prabovo Subianto masih memiliki tingkat preferensi tertinggi dibandingkan kandidat lainnya, dengan 76,6 persen responden yang menyukainya,” katanya.

Disusul Sandiaga Uno (87,9%), Anies Basvedan (87,7%), Gandjar Pranovo (86,4%), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 86,1% dan Ridwan Kamil (83,4%).

Igor menilai tingginya tingkat pemilih Prabovo terjadi karena ada peristiwa-peristiwa yang diketahui publik tentang kegiatan sosialnya, yang tersebar luas dan sangat mudah diakses oleh publik.

“Oleh karena itu, tidak heran jika selektivitas Prabovo Subianto menduduki peringkat pertama dengan perolehan 21,9 persen.

Menurutnya, publik melihat sikap dan tindakan yang konsisten dari Prabovo terhadap isu-isu yang diangkatnya selama kampanye sebelum menjadi menteri pertahanan.

Ia menjelaskan, faktor usia yang diperhitungkan masyarakat tidak menjadi kendala untuk berpartisipasi dalam pemilihan presiden tahun 2024.

Survei Spin dilakukan pada tanggal 7-21 Agustus 2021 di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan teknik pengumpulan data survei langsung.

1670 responden mengikuti survei dengan menggunakan metode “multistage random sampling” dan “random sampling dari varian wilayah”. Survei tersebut memiliki margin of error ± 2,4 persen dan interval kepercayaan 95 persen.

Artikel sebelumyaKementerian Kesehatan memberi tahu cara mendapatkan dan meningkatkan sertifikat vaksin
Artikel berikutnyaPemalsuan! Kata Akil Siraj, anak seorang anggota IPK