Beranda Warganet Vaksinasi terhadap COVID-19 "penguat" Masyarakat membutuhkan studi lebih lanjut

Vaksinasi terhadap COVID-19 "penguat" Masyarakat membutuhkan studi lebih lanjut

Jakarta (ANTARA) – Juru bicara Kementerian Kesehatan untuk vaksinasi COVID-19, City Nadia Tarmizi mengatakan pengenalan vaksin COVID-19 penguat untuk masyarakat umum masih memerlukan kajian lebih lanjut.

“Untuk masyarakat non kesehatan ini masih perlu kajian lebih lanjut, kita perlu perencanaan sendiri. Tentu kami akan laporkan penurunan jumlah kasus dalam enam bulan,” ujarnya di webinar “Vaksinasi COVID-19 Sekarang dan Nanti”. disusul dari Jakarta pada Rabu.

Namun, kata dia, diperlukan data yang lebih lengkap untuk menentukan apakah diperlukan vaksinasi tambahan untuk mengobati COVID-19 bagi penduduk.

Seperti yang direkomendasikan oleh Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Nadia menjelaskan bahwa pada prinsipnya vaksin penguat diperuntukkan bagi petugas kesehatan (NACI) untuk membantu dalam keadaan darurat, karena banyak dari mereka yang terpapar COVID-19.

Menurutnya, tenaga kesehatan berisiko tinggi tertular COVID-19 karena jadwal perawatan pasien.

Ada kekhawatiran bahwa petugas kesehatan ini dapat menjadi sumber penularan di luar fasilitas kesehatan, sehingga perlu diberikan vaksin COVID-19 dosis ketiga.

“WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan Badan Global untuk Imunisasi belum merekomendasikan dosis ketiga untuk populasi sampai studi pemantauan selesai dalam waktu 12 bulan setelah vaksinasi,” kata Nadia.

Artikel sebelumyaKemenkes: Kasus COVID-19 turun 92 persen dari puncak gelombang kedua
Artikel berikutnyaPeneliti CSPS: Partai politik belum memutuskan koalisi 2024