Beranda News Wakil Presiden: Serangan teror mencoreng status Indonesia sebagai negara toleran

Wakil Presiden: Serangan teror mencoreng status Indonesia sebagai negara toleran

Jakarta (Antara). Wakil Presiden RI Maruf Amin menegaskan bahwa serangan bom bunuh diri terhadap Mapolres Astananyar di Bandung, Jawa Barat, menodai status Indonesia sebagai negara paling toleran yang diberikan oleh Dubai Peace Forum.

“Saat ini ada lagi (teror), meskipun kecil, yang membayangi (status) Indonesia sebagai negara paling toleran di dunia,” kata Wakil Presiden Maruf dalam sambutannya pada pembukaan Konferensi Tingkat Nasional Kedua. Raker Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Kamis.

Wapres mengatakan bahwa Indonesia telah dinilai oleh Dubai Peace Forum sebagai negara paling toleran di dunia.

Bahkan, Wakil Presiden Maruf Amin juga diminta berbagi pengalaman Indonesia dalam sebuah forum di Dubai tentang bagaimana menerapkan toleransi tersebut.

Ia meminta Majelis Ulama Indonesia mengaktifkan kembali Kelompok Penanggulangan Terorisme MUI untuk mengoreksi pandangan radikal tersebut.

Wapres mengakui, persoalan deradikalisasi bukanlah tugas yang mudah.

Menurutnya, upaya deradikalisasi dan kontra radikalisme harus direformasi, misalnya dengan mengidentifikasi sumber-sumber radikalisasi sehingga pemikiran radikal dapat dijernihkan dengan landasan atau landasan yang diperlukan, termasuk argumentasi.

Artikel sebelumyaKepala CASN menyebutkan dua aspek, jadi "pekerjaan rumah" pengelolaan ASN berbasis merit
Artikel berikutnyaWapres: Tidak perlu ada kemarahan dan kebencian terhadap KUHP