Beranda Trending Wealthy Indonesia Tuntut Vaksin Untuk Peserta "Di Broadway"

Wealthy Indonesia Tuntut Vaksin Untuk Peserta "Di Broadway"

Jakarta (ANTARA) – Direktur Program Indonesia Kaya Renitasari Adrian menjelaskan bahwa vaksin wajib menjadi salah satu syarat keikutsertaan dalam program Indonesia Towards Broadway 2021 untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19 pada sesi otonomi atau otonomi. offline.

Meski di tengah pandemi, Indonesia Kaya akan tetap memimpin Indonesia menuju Broadway 2021. Program pelatihan nantinya akan disesuaikan. offline juga bukan on line

“Tentu saja, karena tatap muka, ada offline… Tetapi offlineKami melakukannya kemudian tahun depan. Jadi, saya berharap tahun depan kondisinya jauh lebih kondusif, jauh lebih baik,” kata Renita ANTARA, Selasa.

“Tentu saja, kami akan tetap memiliki vaksin sebagai persyaratan. Jadi bagi yang sudah cukup umur untuk divaksinasi, perlu divaksinasi dua kali. Ya semoga tahun depan vaksinnya lebih merata. Semua orang sudah divaksinasi, ”katanya. … “Karena aku harus. Begini, menari juga akan melompat-lompat pada objek yang berbeda. Jadi kita juga harus berpegang pada proses ini.”

Selain itu, Billy Gamaliel, manajer program dari Indonesia, menambahkan Kaya, mereka telah menyiapkan ruang kelas khusus. offline Indonesia dalam program Road to Broadway 2021.

“Kali ini, Indonesia Kaya juga menyiapkan tempat untuk offline Kelas dan lain-lain tentunya agar tetap bisa menerapkan protokol kesehatan dengan benar,” ujar Billy.

“Misalnya, jika kita masih perlu memakai masker, kita akan terus memaksimalkannya. Tentu saja beberapa latihan seperti menari, mungkin karena 7 jam sudah berlalu, jadi tidak mungkin terus memakai masker atau apa yang akan ditentukan nanti,” ujarnya.

Akhirnya, Billy juga mengatakan itu jarak sosial dan semua protokol kesehatan lainnya yang telah ditetapkan pemerintah akan tetap diikuti oleh anggota dan tim dari Indonesia di Broadway.

Artikel sebelumyaIndonesia Kaya Kembali "Menuju Broadway 2021"
Artikel berikutnya"SOMO: ASAP" JAY B menduduki puncak tangga lagu iTunes di 36 negara