Beranda News Zulkifli Hassan meminta maaf atas tindakan personel PAN

Zulkifli Hassan meminta maaf atas tindakan personel PAN

Jakarta (ANTARA) – Ketua DPP PAN Zulkifli Hassan meminta maaf atas tindakan dan pernyataan beberapa kader partainya yang kurang peka terhadap situasi dan situasi bangsa Indonesia yang sedang menghadapi pandemi COVID-19.

“Atas nama PAN, saya mohon maaf atas tindakan dan pernyataan karyawan saya yang kurang peka dengan situasi saat ini,” kata Zulkifli di akun Twitter resminya di Jakarta, Kamis malam.

Dia mengatakan bahwa dia menegur tiga petugas polisi yang membuat pernyataan kontroversial.

Zulkifli mengatakan PAN memang turut berduka cita atas meninggalnya dua anggota DPR RI dari PAN, yakni Ali Taher Parasong dan John Meerin meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19.

“Jaga akhlak, perilaku dan perkataan, saya tegur dan ingatkan teman-teman ini bahwa kita sangat sedih karena dua anggota DNR dari Fraksi PAN meninggal dunia. Tapi bukan hanya kader PAN yang meninggal dan meninggal, tetapi lebih banyak orang yang menderita. , – dia berkata.

Sehingga ia meminta kader PAN untuk tidak tinggal diam menghadapi pandemi, sehingga harus menggunakan waktu untuk melakukan sesuatu.

Zulkifli meminta staf PAN untuk menunjukkan simpati dan bantuan jika mereka bisa, misalnya dengan memberikan vaksin gratis, menguji swab antigen, dan membagikan bantuan darurat kepada orang-orang yang terkena dampak pandemi.

“Jika kita tidak bisa membantu, setidaknya selamatkan tindakan dan perilaku kita,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen PAN Dr. Rosalyn Rumaseu, saat webinar, mengusulkan dibuatnya rumah sakit khusus pegawai negeri sipil.

Selain itu, Ketua Fraksi PAN Saleh Parthaonan Daulay, dalam rapat kerja (Reiker) Komisi IX DPR RI bersama Menkes dan Kepala BPOM, Selasa (13/7), mengatakan tidak mau. mendengar tidak ada satupun anggota DPR RI yang dirawat di ICU.

Namun, Saleh menjelaskan dalam pertemuan itu bahwa dia menjelaskan pentingnya mempersiapkan fasilitas kesehatan bagi orang yang terpapar COVID-19.

“Saya menjelaskan bahwa dua sepupu istri saya meninggal minggu lalu karena COVID-19, satu tinggal di Bekasi dan yang lainnya di Bengkulu. Sepupu istri saya meninggal karena tidak dirawat di rumah sakit dan unit perawatan intensif, ”katanya.

Ia menjelaskan, apa yang diumumkan dalam rapat kerja tersebut tidak dimaksudkan untuk melebih-lebihkan pejabat atau anggota DPR RI.

Menurutnya, bagaimana seharusnya pemerintah menyiapkan institusi medis yang mumpuni untuk merawat semua pasien COVID-19, tanpa terkecuali dan tanpa membedakan kelas sosial.

Artikel sebelumyaKodam XVIII / Kasuari Siap Dukung Otsus Jilid 2
Artikel berikutnyaSebagian besar wilayah Indonesia diprediksi cerah dan berawan.